Khazanah Trans7 Meminta Ma’af Kepada Seluruh Umat Islam, khususnya umat Islam Indonesia

Ukhuwah IslamiyahSejak dahulu Islam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan di dunia informasi dan komunikasi, sehingga umat Islam tertinggal jauh di belakang dari umat lain dan selalu mengalami kemunduran.

Atas persoalan itu, Trans7 berani mengambil langkah dan berusaha maju ke depan membuka jendela hati umat lewat siaran “Khazanah”-nya selama 30 menit pada setiap jam tayangannya pukul 5.30-6:00 WIB (pagi hari) dengan tujuan untuk memajukan umat Islam sehingga dapat menambah wawasan pengetahuan tentang informasi di seputar dunia keislaman. Hanya saja dalam penyajian informasi itu Trans7 mengambil langkah yang salah dengan mengangkat sampai mencuat ke permukaan tentang masalah-masalah furu’iyah (cabang-cabang masalah hukum Islam) yang bersifat khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama) seperti tawassul, ziarah kubur dan sebagainya, apakah disadari atau tidak, tidak bisa menempati masalah tersebut pada jalur hukum Islam yang sebenarnya (tidak professional) berdasarkan pandangan-pandangan hukum Islam dari empat madzhab (Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali), sehingga banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan Trans7, yang mengakibatkan menyinggung perasaan umat Islam dan menimbulkan kemarahan besar di hati mereka, karena mereka divonis melakukan syirik besar. Sebenarnya, Trans7 tidak perlu mengangkat masalah khilafiyah itu. Karena, masalah itu tidak akan pernah terselesaikan sampai kapanpun juga, justru akan merugikan bagi umat Islam sendiri, khususnya di pihak Trans7, dan dapat menimbulkan perpecahan dan sikap radikal yang dapat membahayakan bagi masyarakat dan negara. Dengan demikian akibat ulah tayangan Trans7 itu, umat Islam di berbagai wilayah Indonesia melakukan aksi protes terhadap pihak Trans7.

Aksi protes itu terwujud ketika diadukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan mendapat tanggapan serius. Kemudian, pada hari Selasa, 16 April 2013 pihak KPI menghubungi saya langsung dan mengundang saya agar bisa hadir dalam pertemuan antara KPI, MUI, dan Trans7 di Gedung BAPETEN (Badan Pengembangan Teknologi dan Tenaga Nuklir) KPI Pusat di jalan Gajah Mada No. 8 Jakarta Pusat pada pukul 15:00 WIB sampai dengan selesai. Undangan itu saya sambut dengan baik demi menjalin ukhuwah Islamiyah, kemashlahatan (kebaikan) umat Islam dan Negara Republik Indonesia.

Keesokan harinya, yaitu hari Rabu, 17 April 2013 saya datang ke kantor KPI Pusat dan pihak Front Pembela Islam (FPI) Jakarta meminta kepada saya agar diikutsertakan dalam berdialog. Kemudian, saya melakukan koordinasi dengan teman-teman dan dalam koordinasi itu memutuskan 5 orang yang harus ikut serta dalam dialog sebagai perwakilan dari pihak Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) Nusantara, yaitu saya sendiri, Muhammad Thobary Syadzily (Pembicara Pertama), Habib Fachri (Pembicara Kedua), Habib Mushtofa al-Jufri, Ustadz Ibnu Mas’ud dll.

Dalam mengawali dialog itu, saya katakan kepada hadirin khususnya kepada pihak Trans7 agar Islam itu harus bersatu dan jika terjadi perbedaan pendapat, maka harus saling toleransi demi menjaga tali ukhuwah Islamiyah. Kemudian, saya terangkan pula tentang metodologi keilmuan dalam kaitannya dengan hukum Islam, terutama yang menyangkut masalah tawassul, ziarah kubur dll, yang sudah barangtentu disertakan pula penjelasan dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Kebetulan di dalam pertemuan itu saya membawa kitab “Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori” karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, kitab tafsir “Ad-Durrul Mantsur” karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, kitab “Tarikh Baghdad” karya al-Hafizh Abu Bakar Ahmad bin Ali al-Khotib al-Baghdadi, kitab “Al-Hawi lil Fatawi” karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, dan kitab “Zadul Muslim” karya Sayyid Muhammad Habibullah.

Yang jelas, setiap amalan ulama itu ada dalil-dalilnya yang bersumber dari al-Qur’an, Hadits Nabi, Ijma’, dan Qiyas. Alhamdulillah berkat rahmat dan karunia Allah pihak Trans7 dengan berjiwa besar menyadari akan kesalahannya dan meminta ma’af kepada seluruh umat Islam, khususnya umat Islam Indonesia. Dengan demikian, dialog interaktif itu mencapai titik temu. Bahkan, pihak Trans7 mengakui akan keabsahan hukum diperbolehkannya tawassul, ziarah kubur, pembacaan shalawat (termasuk Shalawat Nariyah, shalawat Badar dsb). Dan, yang lebih penting lagi, mereka termasuk pecinta tawassul, ziarah kubur, pembacaan shalawat dan peringatan Maulid Nabi saw. Insya Allah pihak Trans7 juga akan menayangkan hal itu sekitar empat minggu ke depan.

Sumber:
Thobary Syadzily

Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang memperbaiki (memurnikan) kitab

Ulama Suu'Ketika dikatakan: “Hai wahabi, janganlah kamu merusak (memalsukan) kitab.”
Wahabi menjawab: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang memperbaiki (memurnikan) kitab.”

Itulah kira-kira gambaran untuk wahabi yang mengirim SMS kepada Yai Thobari Syadzidly beberapa waktu lalu melalui nomor HP 0821 4247 2718

Berikut kutipannya:

“Bukan pemalsuan kali, tapi pemurnian …… Syari’at agama, dan setahu saya “SALAFI” itu mengajak ajaran yang benar sesuai qur’an dan hadits. Itu ahli sunnah yang sebenarnya, tidak hanya seperti anda ngomong ahli sunnah, kenyataannya AHLI BID’AH. Sadarlah mumpung ada kesempatan !”

 

Barisan Abu Jahal dan Abu Lahab Protes Khazanah Trans7 (Nabi)

Mendapat protes dari masyarakat, wahabi bukannya mikir, eh malah mensejajarkan pemrotes dengan barisan Abu Jahal dan Abu Lahab dan mensejajarkan diri sendiri dengan Nabi.
Barisan Abu Jahal dan Abu Lahab Protes Khazanah Trans7

Berikut perkataan wahabi di fb:

Pdhl Dakwah tauhid di Trans 7 msh di tengah2 orang islam,tp bnyk yg PROTES..!! berarti apalagi Rosulullah Dakwah Tauhid di tengah2 kaum Paganisme (penyembah berhala) pasti sangat Berat..! kayaknya orng yg skrng protes kpd khazanah trans 7 klo dia hidup di jaman Rosulullah pasti ada di barisan Abu Jahal dan Abu lahab…

Undangan KPI untuk Trans7

Undangan

MOHON DISEBARLUASKAN SEBANYAK MUNGKIN

Assalamu’alaikum warohamtullohi wabarokatuh,

Alhamdulillah, kabar gembira dan angin segar berhembus dari KPI Pusat. Komisi Penyiaran Indonesia insya Allah akan mengundang tim kreatif dan tim produksi Khazanah Trans 7 untuk mempertanggung jawabkan isi materi acara yg mereka bawakan.

Berikut adalah surat dari KPI untuk Trans 7:

==============

Kepada: Direktur Utama Trans 7 di Tempat

Dengan hormat,

Komisi Penyiaran Indonesia (“KPI”) Pusat berdasarkan kewenangan dalam Undang Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (“UU Penyiaran”), telah menerima pengaduan masyarakat serta melakukan pemantauan dan analisis atas Program Siaran “Khazanah” yang ditayangkan oleh stasiun Trans 7.

Sehubungan dengan hal di atas, kami mengundang Saudari beserta seluruh Tim Kreatif dan Tim Produksi “Khazanah” untuk melakukan dialog tentang program tersebut bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 17 April 2013
Waktu: pk. 15.00 WIB
Tempat: Kantor KPI Pusat, Gedung Bapeten Lt. 6 Jl. Gajah Mada No, 8, Jakarta Pusat.

Kami meminta Saudari beserta Tim untuk hadir memenuhi undangan dialog ini.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.

============

Ini adalah langkal awal yang baik dari KPI Pusat dan MUI, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga mereka agar melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Perjuangan umat Islam Indonesia belum lah selesai sampai di sini, dan jangan sampai kita kecolongan lagi.

ALLOHU AKBAR !!!

SHOLLU ‘ALAN NABI MUHAMMAD !!!

Sumber: Ngaji Yuk

Dusta “Khazanah Trans7” dalam Memaknai Sholawat

Khazanah Trans7 Disusupi Wahabi

Apakah anda penggemar tayangan Khazanah di Trans 7? Maka mulai sekarang berhati-hatilah menontonnya. Khazanah adalah salah satu program tayangan berkonten islami yang hadir setiap hari senin sampai jum’at jam 5.30 WIB di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Trans 7.  Sekilas tayangan ini menarik karena berkonten islami. Akan tetapi konten tayangan seperti itu memang tidak digarap dengan serius. Pengelola media komersial, memang tidak memperhatikan validitas konten tayangan. Mereka hanya berpikir tayangan itu menarik pemirsa.

Pagi ini, tayangan Khazanah bertajuk Sholawat. Namun ada sedikit yang aneh dan bisa dibilang “lucu” bila kita cermati dan hal ini merupakan pembodohan bagi orang yang menontonnya. Wanita penyiar yang membaca ilustrasi dalam tayangan KHAZANAH itu menjelaskan tentang macam-macam sholawat yang diamalkan oleh umat Islam yang sejatinya menurut mereka merupakan bid’ah yang diliputi khurafat dan takhayul yang sesat karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw (Penyiar mengucapkan kalimah Shalallahu ‘alaihi wassalam pun dengan makraj dan tajwid yang payah yang membuat para sufi ketawa gaduh-pen). Sholawat yang dibaca dalam khasidah-khasidah apalagi dengan iringan rebana dan goyangan badan orang-orang yang bersholawat, adalah bid’ah dlolalah yang potensial musyrik, menurutnya.

Sewaktu menayangkan bagian sholawat Nariyyah, penyiar wanita itu mengarang suatu cerita bahwa sholawat itu sejarahnya berasal dari Syekh Nariyyah, salah seorang sahabat Nabi Saw yang menyusun sholawat dan kemudian minta didoakan oleh Nabi Saw agar masuk surga dan diperkenankan masuk surga. Kisah Syekh Nariyyah itu, menurut si penyiar wanita, adalah kisah tanpa dasar karena sahabat Nabi Saw tidak ada yang bernama Nariyyah dan gelar syekh pada masa itu tidak ada digunakan oleh para sahabat. Jadi, menurut Khazanah Trans7, sholawat Nariyyah itu karangan orang sesat untuk menyesatkan umat Islam.

Coba anda cermati, penyiar tersebut ngucapin kalimat Wallohu ‘alam saja, makraj dan tajwid-nya belepotan gak karuan. Karena itu kalau mengutip al-Qur’an atau Hadits, penyiar wanita tersebut tidak berani menyitir bahasa Arab-nya. Dia hanya berani baca terjemahan saja. Dia sadar rupanya, gak bisa ngaji. Bahkan melafazkan Allah saja masih salah karena mengucapkannya dengan lafaz Awlloh.

Terlebih aneh dan sangat “lucu” lagi ketika kita mendengar uraian penyiar wanita itu. Sewaktu penyiar wanita itu menguraikan asal-muasal Sholawat Badar. Dikisahkan, bahwa sholawat Badar dimulai tahun 1960-an ketika seorang kyai bermimpi melihat para habib yang berpakaian hijau mengumandangkan sholawat badar. Isteri kyai bersangkutan juga bermimpi ketemu Rasulullah Saw. Lalu kyai itu menghadap seorang habib yang dikenal ahli kasyaf, disebutkan bahwa habib itu membenarkan mimpi kyai dan isterinya. Itu sebabnya, sholawat yang disebut sholawat badar itu sangat baik diamalkan, terutama untuk membangkitkan semangat umat Islam yang dewasa itu ditekan oleh aksi-aksi PKI.

Sekarang kita garis bawahi, Benarkah sholawat Badar baru dimulai tahun 1960-an??. Kebohongan dari mana lagi ini?. Pembodohan publik yang amat luar biasa bagi umat islam. Sutradara dan penyusun tayangan KHAZANAH yang jelas-jelas mengandung manipulasi dan pemutar-balikan fakta untuk tujuan-tujuan membingungkan umat. Padahal Selawat Badar sudah dikumandangkan umat Islam sejak ratusan tahun silam.

Setelah memaparkan sejumlah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Turmudzi dan Ahmad yang ditafsir menurut tafsiran khas Wahabi, pembacaan sholawat yang diamalkan umat Islam selama ini dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan yang diajarkan Rasulullah Saw. Amaliah sholawat yang dibaca dengan macam-macam cara yang tidak sesuai teladan Nabi Saw pada dasarnya adalah sesat karena dianggap tidak memiliki dasar yang kuat. Pengamal sholawat yang jelas-jelas bid’ah – setelah melihat tayangan KHAZANAH – dihimbau untuk tidak terus mengamalkan amaliah sesat dan menyesatkan, yaitu menjadikan sholawat sebagai tawassul karena bisa bermakna menyekutukan Allah.

Tahukah anda kenapa untuk melarang sholawat dan tawasul mereka ungkapkan lewat macam-macam hadits sebagai dalil? Jawabannya adalah untuk membingungkan umat. Sekaligus untuk membenarkan tafsiran mereka yang berkali-kali menyebut Imam Ibnu Taimiyyah. Kenapa mereka hanya berdalil hadits?. Karena mereka menyembunyikan ayat Al-Qur’an, yang tegas-tegas menyatakan bahwa ALLAH dan para MALAIKAT BERSHOLAWAT kepada NABI SAW. ALLAH juga dalam ayat itu memerintahkan kepada semua kaum BERIMAN untuk BERSHOLAWAT kepada NABI SAW. Mereka menafsirkan Qur’an dan Hadits itu dengan keyakinan mutlak bahwa tafsiran itu yang paling benar sungguh tidak masuk akal. Bagaimana mereka bisa haqq al-yaqiin bahwa tafsiran mereka yang paling benar seolah-olah mereka sudah konfirmasi kepada Allah bahwa tafsir mereka sudah dishahihkan kebenarannya oleh Allah sendiri. Ya itulah sifat orang-orang yang men-tuhan-kan nafs-nya sendiri, sehingga tidak ada kebenaran selain kebenaran mereka yang di dalam jiwanya selalu bergaung kalimah “ana khoiru minhu”.

Sejak Allah memaklumkan bahwa DIA dan para malaikat bersholawat kepada Nabi Saw dan memerintahkan orang-orang beriman untuk bersholawat, maka saat itulah sholawat kepada Nabi Saw menjadi sunnatullah. Artinya, sejak saat itu sampai hari ini — kira-kira sudah 1500 tahun — manusia tidak pernah berhenti dalam bersholawat, baik dalam sholat, qasidah-qasidah, amaliah sholawat, khoth-khoth kaligrafi, kitab-kitab ilmu hikmah, wirid sholawat, sholawat wahidiyyah, sampai wafak-wafak sholawat. Artinya, sejak 1500 tahun yang silam orang setiap hari, jam, menit, dan detik terus-menerus bersholawat tidak pernah putus, sehingga kalau mau jujur dicatat dalam guinness book of the record, maka Nabi Saw adalah sat-satunya manusia yang namanya tidak pernah berhenti disebut orang selama 1500 tahun. Masya Allah, sesat benar jama’ah Iblis yang menghalang-halangi orang bersholawat!

Lalu bagaimana sikap kita terhadap tayangan mereka seperti itu?

Serukan kepada umat Islam khususnya kepada kalangan Ahlussunnah wal-Jama’ah an-Nadhliyyah agar serentak tidak lagi menonton tayangan KHAZANAH di stasiun TRANS 7 karena televisi itu sudah menjadi alat Wahabi untuk mendakwahkan agamanya.

Umat Islam perlu mewaspadai nilai-nilai keislaman termasuk pemutarbalikan sejarah Islam yang ditayangkan di stasiun televisi. Karena, kebenaran nilai-nilai keislaman yang ditayangkan di dalamnya tidak sesuai dengan sejarah Islam yang sebenarnya.

Ayo bergerak bersatu cegah virus ajaran wahabi yang meresahkan dan mengadu domba umat islam dengan cara mengirim pengaduan terkait acara KHAZANAH TRANS 7 yang meresahkan, langsung diadukan pengaduannya ke www.kpi.go.id dan via SMS KPI ke nomor 081213070000. MOHON DIKIRIM DUA-DUANYA VIA WEBSITE DAN SMS. Semakin banyak yg protes terkait acara ini, insya Allah KPI akan cepat merespon dan langsung menegur acara KHAZANAH dan bila perlu minta ditutup sekalian.

MOHON DISEBARLUASKAN DAN AJAK SAUDARA-SAUDARI KITA SEBANYAK MUNGKIN UNTUK MENGIRIMKAN PENGADUAN KE KPI. JANGAN BIARKAN SEKTE WAHABI MERUSAK AQIDAH UMAT ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH.

Oleh: Tim Sarkub
(Dialih bahasakan dari tulisan KH. Agus Sunyoto dengan perubahan seperlunya.)

Source: http://www.sarkub.com/2013/kebohongan-khazanah-trans7-dalam-memaknai-sholawat/